Agustus 04, 2016

>> Tanah Lot Salah Satu Tujuan Wisata Terkenal di Bali

Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam.

Terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Jaraknya sekitar 13 km ke arah barat kota Tabanan. Dari Bandar udara Ngurah Rai dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dengan kendaraan bermotor jika tidak terjadi kemacetan.



Dibangun pada dua tempat yang berbeda. Satu terletak di atas bongkahan batu besar, dan satunya lagi terletak di atas tebing yang menjorok ke laut mirip dengan Pura Uluwatu. Tebing inilah yang menghubungkan pura dengan daratan dan bentuknya melengkung seperti jembatan.

Pura Tanah Lot merupakan bagian dari Pura Kahyangan Jagat di Bali, sebagai tempat memuja dewa penjaga laut. Pura Tanah Lot akan kelihatan dikelilingi air laut  pada saat air laut pasang. 


Dari tempat parkir menuju pura Tanah Lot, banyak terdapat toko yang menjual berbagai barang kerajinan khas Bali. Misalnya patung, lukisan, kain pantai, pernak – pernik, dan aksesoris seperti di pasar seni Sukawati Bali. Selain itu terdapat pedagang makanan dan minuman dan penyewaan kamar kecil atau toilet. Harganya pun relatif murah untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.



Disepanjang jalan menuju tempat wisata Tanah Lot, banyak terdapat penginapan. Mulai dari penginapan sederhana, hingga villa dan hotel berbintang. Tempat wisata di Bali ini, sangat ramai dikunjungi wisatawan pada sore hari.

Pemandangan indah pantai dan matahari terbenam dapat dinikmati sekitar pukul 6 sore.  Ada juga beberapa hotel yang dekat dengan pantai di sekitar tempat wisata Tanah Lot, yang mengelar berbagai acara di malam hari. Misalnya pertunjukan tari Kecak, sunset dinner, dan pesta pernikahan.


Tempat wisata ini, juga sering menjadi salah satu lokasi foto pre wedding di Bali bagi wisatawan yang memilih pulau Bali sebagai lokasi favorit foto pre wedding di Bali.




Cara Terbaik Wisata Tanah Lot Dan Sekitarnya

Saranan transfortasi umum untuk wisata ke Tanah lot dan daerah sekitarnya akan susah anda cari, apalagi anda menginap di tempat wisata Kuta. Lalu bagaimana cara terbaik untuk liburan ke Tanah Lot, agar nyaman dan aman?

Jika anda menginap di kawasan wisata Ubud atau Kuta, menggunakan taksi akan membuat biaya transfortasi anda membengkak, cara terbaik adalah menggunakan jasa sewa mobil murah di Bali dengan supir. Ada alasan kenapa menggunakan jasa sewa mobil murah di Bali dengan supir, lebih hemat biaya, nyaman dan aman.


Sistem rental di jasa sewa mobil + driver di Bali, menggunakan durasi minimum 10 jam dalam  satu hari. Anda dapat menyewa termasuk bahan bakar atau dengan tanpa bahan bakar, tentunya harga rental akan berbeda.


Sebagai contoh, anda menggunakan sewa mobil Toyota Avanza dengan supir di Bali, biaya sewanya adalah Rp 300.000 / 10 jam non bensin, dengan bensin menjadi Rp 450.000 / 10 jam. Jika anda menggunakan taksi, waktu taksi menunggu anda di Tanah Lot, argo meter tetap jalan dan biaya taksi menjadi jauh lebih mahal dari pada menggunakan jasa sewa mobil dan driver di Bali.


Bagi anda yang tidak ingin ribet saat liburan di Bali dan benar-benar ingin menikmati liburan tanpa memikirkan atau mengurus pembayaran parkir, tiket masuk ke objek wisata, biaya bahan bakar serta biaya makan. Maka kami sarankan anda saat liburan ke Bali untuk membeli paket wisata di Bali. 


Jika anda memerlukan petunjuk arah untuk mencapai lokasi Tanah Lot, silakan gunakan peta di bawah ini untuk melihat peta Lokasi Tanah Lot Lebih Besar.



Sejarah
Sejarah Tanah Lot Bali Indonesia berdasarkan legenda, dikisahkan pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari pulau Jawa ke pulau Bali.

Pada saat itu yang berkuasa di pulau Bali adalah Raja Dalem Waturenggong. Beliau sangat menyambut baik dengan kedatangan dari Dang Hyang Nirartha dalam menjalankan misinya, sehingga penyebaran agama Hindu berhasil sampai ke pelosok – pelosok desa yang ada di pulau Bali.



Dalam sejarah Tanah Lot, dikisahkan Dang Hyang Nirartha, melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali, maka Dang Hyang Nirartha mencari lokasi dari sinar tersebut dan tibalah beliau di sebuah pantai di desa yang bernama desa Beraban Tabanan.

Pada saat itu desa Beraban dipimpin oleh Bendesa Beraban Sakti, yang sangat menentang ajaran dari Dang Hyang Nirartha dalam menyebarkan agama Hindu. Bendesa Beraban Sakti, menganut aliran monotheisme. Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi diatas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo yang pada awalnya berada di daratan.


Dengan berbagai cara Bendesa Beraban ingin mengusir keberadaan Dang Hyang Nirartha dari tempat meditasinya.



Menurut sejarah Tanah Lot berdasarkan legenda Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batukarang yang berada di tengah lautan.

Semenjak peristiwa itu Bendesa Beraban Sakti mengakui kesaktian yang dimiliki Dang Hyang Nirartha dengan menjadi pengikutnya untuk memeluk agama Hindu bersama dengan seluruh penduduk setempat.


Dikisahkan di sejarah Tanah Lot, sebelum meninggalkan desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman.


Keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali. Semenjak hal ini rutin dilakukan oleh penduduk desa Beraban, kesejahteraan penduduk sangat meningkat pesat dengan hasil panen pertanian yang melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.